Sebanyak 13 tentara AS tewas dalam serangan bom di Kabul, Afghanistan. Peristiwa itu jadi hari paling berdarah bagi pasukan AS di Afghanistan sejak 2011.
Taliban mengatakan kepada Jerman kalau warga Afganistan bisa bepergian dengan pesawat jika berdokumen lengkap. Aturan ini berlaku setelah tanggal 31 Agustus.
Kelompok Taliban mengutuk keras dua serangan bom di luar bandara Kabul, ibu kota Afghanistan. Taliban menyalahkan kehadiran pasukan asing atas serangan itu.
Militer AS bersiap menghadapi serangan ISIS berikutnya setelah dua ledakan mematikan mengguncang bandara Kabul di Afghanistan saat evakuasi berlangsung.
Militer Amerika Serikat mengatakan terjadi ledakan di luar Bandara Kabul, Afghanistan, setelah sejumlah negara menyatakan ada ancaman besar serangan teroris.