Tarif kereta api kelas ekonomi yang mulai Sabtu (8/1/2011) kemarin naik berkisar antara Rp 500 hingga Rp 8.500 dibatalkan. Kenaikan tarif kereta ekonomi akan kembali diberlakukan antara April atau Mei 2011.
PT KA telah menganti kabel serat optik yang meleleh di Stasiun Jayakarta. Melelehnya kabel serat optik tersebut telah membuat jadwal perjalanan KRL Bogor-Jakarta kacau.
Ade Putra sangat kesal hari ini. Pagi tadi ketika akan pergi ke Stasiun Kota dari Stasiun Lenteng Agung, dirinya harus menunggu lama KRL. Pada siang ini, ketika akan kembali ke Stasiun Lenteng Agung, lagi-lagi Ade harus bersabar menunggu KRL.
Keterlambatan KRL disebabkan melelehnya kabel serat optik yang berguna untuk mengantarkan persinyalan kereta. Kabel serat optik ini meleleh karena kebakaran puluhan lapak kios yang berada di bawah Stasiun Jayakarta Kamis (6/1) dini hari.
Kebakaran puluhan lapak kios yang berada di bawah Stasiun Jayakarta Kamis (6/1) dini hari mengakibatkan serat optik sinyal kereta meleleh. Akibatnya persinyalan dan wesel (alat yang digunakan mengubah arah rel bagi perjalanan kereta) terganggu. KRL pun mengantre di Stasiun Manggarai.
Kebakaran puluhan lapak kios yang berada di bawah Stasiun Jayakarta Kamis (6/1) dini hari mengakibatkan serat optik sinyal kereta meleleh. Akibatnya persinyalan dan wesel terganggu. KRL pun mengantre di Stasiun Manggarai.
Gangguan sinyal KRL terjadi di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat. Serpong-Palmerah yang biasanya bisa ditempuh dalam 30 menit, kini memakan waktu 4 jam.
Trafo untuk mengatur sistem persinyalan dan wesel di Stasiun Tanah Abang korslet. Akibatnya terjadi gangguan persinyalan yang menyebabkan kereta dari Bekasi, Bogor dan Serpong, tidak bisa masuk ke Tanah Abang.
Gangguan persinyalan antara Stasiun Manggarai-Stasiun Tanah Abang menyebabkan perjalanan kereta terganggu. Jadwal menjadi tersendat-sendat. Akibatnya, kereta yang lewat disesaki penumpang yang berebutan menuju tempat bekerja.