Seorang mata-mata India yang ditahan di Pakistan, ditemukan luka parah di dalam sel dan akhirnya tewas. Pria yang divonis mati ini diserang oleh sesama tahanan di dalam selnya.
Seorang pengebom bunuh diri menewaskan delapan orang ketika dia menabrakkan motornya ke sebuah bus di Peshawar, Pakistan. Si pengebom salah sasaran. Target sebenarnya adalah seorang pejabat senior yang melintas sebelum ledakan bom.
Peristiwa Bom Boston itu merupakan babak baru setelah tragedi 9/11 yang membuat Amerika menekan pelatuk mesin perang dalam memberantas terorisme. Obama sendiri dalam berbagai kesempatan pidatonya mengatakan “terorisme perbuatan keji dan biadab”. Memang benar, namun siapa penyebab dari semua ini, tentu kita harus mengkaji ulang kembali.
Tiga pria Inggris dijatuhi vonis penjara atas plot untuk melancarkan serangkaian pengeboman, yang diharapkan bisa menyamai serangan teroris 9/11 dan serangan bom London tahun 2005.
Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Seyyed Ali Khamenei angkat bicara mengenai serangan bom di Boston, Amerika Serikat. Dia menyindir sikap AS dan negara-negara sekutunya yang menurutnya tidak logis.
Bom yang disimpan dalam panci bertekanan tinggi bukan teknik baru. Al Qaeda sudah menerapkannya sejak beberapa tahun lalu. Bahkan mereka pernah membuat tips cara membuatnya.