Kawasan ini digadang-gadang jadi pengungkit ekonomi masa depan Jabar. Pasalnya, kawasan ini telah berkembang pesat dengan investasi mencapai Rp 15,4 triliun.
Kondisi darurat sampah ini memerlukan regulasi yang lebih relevan dan menyeluruh guna menangani masalah lingkungan, kesehatan, dan sosial yang terus memburuk.