Jika tak ada aral melintang maka pada Agustus mendatang bor raksasa MRT akan mulai melubangi perut Jl Sudirman, Jakarta Pusat. Bor ini akan membuat trek MRT yang memiliki 6 stasiun bawah tanah.
Patung Pemuda Membangun saat ini kondisinya 'melayang' karena tanah tempatnya berdiri digali untuk pembangunan proyek MRT. Setelah proyek ini selesai patung pembawa wadah api menyala itu dikembalikan posisinya seperti semula.
Pekerjaan konstruksi skala besar proyek mass rapid transit (MRT) segera dilakukan mulai 14 April 2015 mendatang. Di wilayah Lebak Bulus, Jakarta Selatan, akan dilakukan pekerjaan konstruksi untuk pembangunan stasiun layang (elevated) dan depo MRT.
Bor raksasa untuk proyek MRT akan mulai mengebor pada bulan Agustus. Komponen bor ini akan didatangkan dari Jepang secara terpisah kemudian dirakit dan mulai mengebor di Patung Pemuda Membangun di Senayan.
Salah satu tantangan yang dihadapi di jalur bawah tanah MRT adalah sungai Ciliwung yang ada di Jl Sudirman. Rencananya jalur MRT akan menembus bagian bawah sungai tersebut untuk mencapai Bundaran HI.
Bor raksasa MRT akan mulai bekerja di bawah kaki Patung Pemuda Membangun di Senayan. Bagian bawah patung ini bolong karena sudah digali. Patung terlihat melayang karena ditopang besi beton proyek angutan massal ini.
Bor raksasa MRT segera didatangkan untuk membuat jalur bawah tanah angkutan massal ini di sepanjang Jl Sudirman, Jakarta Pusat. Bor ini akan mulai bekerja di bawah Patung Pemuda Senayan, Jakarta Pusat.
Pengusaha Negeri Matahari Terbit menyampaikan beberapa hambatan berinvestasi yang harus segera diselesaikan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
6 Stasiun MRT akan dibuat di bawah tanah di sepanjang Jl Sudirman. Jalur di bawah tanah ini akan melibatkan bor raksasa untuk melubangi perut Jl Sudirman. Lalu bagaimana cara pembuatan stasiun di bawah tanah ini ?