Saat ini penyakit mematikan yang bisa dialami oleh anak, khususnya balita, semakin berkembang. Salah satunya adalah pneumonia. Sama seperti diare, pneumonia kini menjadi pembunuh utama balita di Indonesia dan bahkan di dunia.
Infeksi penyakit yang terjadi di pusat-pusat pelayanan kesehatan atau infeksi nosokomial, memang semula terkesan sederhana. Namun infeksi ini tidak hanya membuat pasien rugi kesehatan, tapi juga rugi finansial. Bahkan nyawa pun jadi taruhan.
Penyebaran mikroba 'sumber' penyakit bisa terjadi di tempat-tempat pelayanan kesehatan, seperti rumah sakit, puskesmas, atau klinik. Berbagai benda di tempat-tempat tersebut bisa menjadi perantara, termasuk gagang pintu.
Kesibukan sehari-hari mungkin dapat membuat Anda lupa untuk mengonsumsi makanan dan minuman berserat. Akibatnya, terjadi gangguan pencernaan. Kembung, diare, sembelit, dan infeksi usus.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang belum memastikan penyebab keracunan massal yang menimpa lebih dari 60 warga Desa Palrejo. Dinkes saat ini masih menyelidiki beberapa bumbu masakan kare ayam yang dihidangkan ke warga.
Sekitar 60 warga Jombang yang keracunan makanan tahlilan, kini tinggal 17 orang yang masih dirawat di RSUD Jombang. Belasan korban keracunan itu dirawat di ruang instalasi gawat darurat.
Lebih dari 60 warga Jombang, keracunan massal usai menyantap makanan hidangan 40 hari orang meninggal. Selain muntah dan diare, puluhan korban susah berjalan hingga harus dirawat di rumah sakit.
Sebagai salah satu jenis minuman yang sering dikonsumsi oleh orang Indonesia, teh memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Namun nyatanya tak hanya itu, beberapa jenis teh juga bisa membantu Anda dalam menurunkan berat badan.
Bagi bayi, makanan terbaik adalah air susu ibu (ASI). Tapi dr Indra Wijaya SpPD saat kecil sama sekali tidak bisa mengonsumsi ASI maupun susu formula. Alhasil Indra kecil hanya diberi air teh oleh orang tuanya.