IHSG mencetak 32 poin akibat terbawa sentimen positif rebound-nya bursa-bursa di Asia. Sementara nilai tukar Rupiah stagnan, masih berada di posisi Rp 8.950/US$.
Penguatan bursa-bursa utama dunia kembali akan menjadi katalis positif bagi penguatan IHSG. Investor akan memanfaatkan positifnya bursa-bursa global untuk melakukan aksi beli selektif.
IHSG melemah tipis 3 poin akibat tekanan aksi jual pada saham-saham komoditas. Pelemahan bursa regional juga turut memberi sentimen negatif pada pergerakan bursa.
Kenaikan IHSG yang tajam pada pekan lalu kini membuka peluang untuk profit taking. Namun penguatan tajam bursa-bursa regional akan terus menopang IHSG sehingga tidak terkoreksi terlalu tajam.