"GDP Indonesia sudah lewati pre COVID-19 level yaitu dari Rp 2.735 triliun menjadi Rp 2.773 triliun di kuartal II (2021) dibandingkan 2019," kata Sri Mulyani.
Heboh varian 'COVID-19 22' yang disebut jadi ancaman lebih berbahaya dari varian Delta. Pakar sempat mengingatkan potensi muncul varian baru super di RI.