Bukan rahasia lagi, para produsen otomotif dunia ngebet untuk bisa menguasai pasar China. Terlebih, murahnya ongkos produksi juga menjadi daya tarik tersendiri para produsen untuk bisa memproduksinya di sana.
Apple belakangan sangat agresif merekrut sejumlah ahli otomotif, demi memenuhi kebutuhan sumber daya untuk proyek mobil pintar. Namun untuk itu, ada yang dikorbankan.
Usai membuat pernyataan yang menyindir Apple, CEO Tesla, Elon Musk kini mencoba untuk mencairkan keadaan. Jika beberapa waktu lalu ia mengatakan bahwa Apple adalah "Kuburannya pegawai Tesla", kini dalam cuitan Twitter Elon mengaku ia mencintai produk Apple.
Produsen mobil listrik Tesla bakal memperbarui sistem peranti lunak pada fitur autopilot untuk Model S. Setelah di-update, mobil bisa memiliki fitur-fitur seperti mobil tanpa sopir.
Mungkin saat ini Tesla sedang berjaya dan ada di atas angin usai sukses mengeluarkan mobil listrik Model X. Dengan kesuksesan yang diraih itu, CEO Tesla, Elon Musk nampaknya mulai membusungkan dada.
Elon Musk, bos Tesla menyebut Apple sebagai penampung karyawan buangan perusahaan pembuat mobil listrik tersebut. Menurutnya, mantan karyawannya yang dibajak Apple tersebut tak cukup baik untuk bekerja di Tesla.
Tesla memprediksi teknologi baterai terbaru yang bisa berlari lebih jauh akan lahir dalam waktu dekat. Dan kini Tesla pun memprediksi mobil otomatis listrik mereka bakal hadir 2020 mendatang.
Perusahaan mobil listrik asal California, Amerika Serikat memiliki rencana besar. Setelah memiliki sedan Model S dan SUV Model X, Tesla dikabarkan bakal memilik satu lagi mobil listrik yang diberi nama Tesla Model Y.