Negara berkembang, termasuk Indonesia, butuh US$ 1-2 triliun untuk aksi iklim. Mari Elka Pangestu serukan dukungan dana dari korporasi swasta dan GBFA.
Paviliun Indonesia di COP29 bertujuan untuk mempromosikan sinergi antarbangsa, sektor, dan komunitas guna mencapai ambisi bersama menghadapi krisis iklim.