Setelah melawat tiga negara selama 10 hari, Presiden SBY tiba kembali di tanah air. Pesawat Garuda Airbus A 330-300 yang membawa SBY dan rombongan mendarat mulus di Bandara Halim Perdana Kusumah, Jakarta Timur, pukul 08.55 WIB.
Muktamar ke-46 Muhammadiyah atau Muktamar Satu Abad Muhammadiyah resmi dibuka. Presiden SBY membukanya secara resmi dari kota Suci Madinah Al Munawwaroh, Arab Saudi.
Partisipasi Indonesia memiliki daya ungkit. Khususnya bagi peningkatan kapasitas ekonomi domestik. Manfaat bagi Indonesia, dapat ditinjau dari perspektif perdagangan dan stabilitas nilai tukar serta aliran investasi.
Saat ini, hanya ada 14 perusahaan Turki yang berinvestasi ke Indonesia dengan total investasi US$ 100 juta. Namun dalam waktu dekat, kedua negara optimstis mencapai volume perdagangan US$ 5 miliar.
Dewan Pers menyayangkan langkah Polri yang akan menggugat Majalah Tempo terkait cover 'Rekening Gendut Perwira Polisi'. Sesuai pesan Presiden SBY sengketa pers harus menggunakan UU Pers.
Setelah melakukan kunjungan kenegaraan di Ankara, Turki, Presiden SBY menghadiri Forum Bisnis Indonesia-Turki. Presiden SBY menjadi pembicara langsung di forum ini.
Saat berbicara di depan parlemen Turki, Presiden SBY juga menyinggung tentang konflik Palestina. Dia juga menyinggung insiden Mavi Marmara. SBY mengutuk Israel atas serangan ke kapal kemanusiaan itu.
Kemajuan kerja sama ditunjukkan oleh pemerintah Indonesia dan Turki. Dalam waktu dekat, Turki akan mendirikan kantor regional di Jakarta. Sedangkan Indonesia akan membuka konsulat di Istanbul.
Presiden SBY mendapat kesempatan langka untuk berbicara di depan parlemen Turki. Di dalam pidatonya selama 28 menit itu, SBY menunjukkan dahsyatnya bila Indonesia dan Turki melakukan kerja sama yang erat.