Tahun 2012 tampaknya menjadi masa-masa suram sektor perumahan. Setelah penghentian FLPP yang berdampak pada kredit rumah murah, ada lagi aturan minimal luas rumah.
Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) masih tertunda karena tak ada kesepakatan antara Kemenpera dengan BTN. Akhirnya BTN menawarkan KPR berbunga 9,75%.
Penghentian program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mengurangi pasokan rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan Rendah (MBR) di 2012.
Pihak perbankan penyalur Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mengaku sulit menerima usulan pemerintah soal suku bunga KPR subsidi untuk tahun 2012 yang dipatok sekitar 5%.
BCA mencatat pertumbuhan kredit hingga 31% atau mencapai Rp 200 triliun. Kontribusi pertumbuhan kredit diberikan oleh KPR dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB).
Program subsidi rumah yakni FLPP akan jalan lagi akhir Januari 2012, walaupun sampai saat ini belum ada kesepakatan suku bunga antara pemerintah dan bank penyalur.
Program FLPP terancam tak lagi bergulir tahun ini, karena belum adanya kesepakatan antara pemerintah dengan perbankan penyalur soal besaran bunga kredit.