Perusahaan ritel Amerika, Target, kehilangan USD 10 miliar atau sekitar Rp 149,7 triliun. Penyebabnya disinyalir karena perilisan busana anak bertema LGBTQ.
Baru-baru ini media sosial heboh dengan cerita warganet terhadap karyawan J.CO menambah barang pembelian atau cross selling tanpa memberi tahu konsumen