Ketegangan 2 Korea terus meningkat. Pemerintah Rusia pun akan mengirimkan tim pakar ke Korsel untuk mempelajari hasil penyelidikan tim multinasional atas tenggelamnya kapal perang Korsel, Cheonan.
Angkatan Laut Korea Selatan (Korsel) melakukan latihan anti-kapal selam berskala besar hari ini. Latihan ini digelar di tengah meningkatnya ketegangan dengan Korea Utara (Korut).
Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Hillary Clinton mengingatkan Korut untuk menghentikan provokasi dan ancamannya. Menurut Hillary, dunia harus merespons atas tenggelamnya kapal perang Korsel akibat serangan torpedo Korut.
Meski Korut mengancam akan memutuskan hubungan, pemerintah Korsel akan tetap menghukum Korut atas serangan torpedo yang menenggelamkan kapal perang Cheonan hingga menewaskan 46 pelaut Korsel.
Amerika Serikat dan Jepang menjanjikan dukungan terpadu untuk Korea Selatan (Korsel) di tengah meningkatnya ketegangan dengan Korea Utara (Korut) terkait tenggelamnya kapal perang Korsel, Cheonan.
Keputusan Korut untuk memutus hubungan dengan Korsel merupakan langkah aneh. Sebab itu bertolak belakang dengan kepentingan Korut yang tak bisa mengurus rakyatnya sendiri.
Ketegangan antara Korut dan Korsel kian meningkat. Setelah pemimpin Korut, Kim Jong-il memerintahkan militernya untuk siaga tempur, kini Korut memutuskan untuk memutus segala hubungan dan komunikasi dengan Korsel.
Pemerintah AS mendesak China untuk bersama-sama mengambil tindakan terhadap Korut atas penyerangan kapal perang Korsel. Namun sejauh ini pemerintah China bersikap untuk tidak memihak siapapun.
Ketegangan antara Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel) terus meningkat. Pemimpin Korut Kim Jong-il bahkan memerintahkan militernya untuk siaga tempur.