Saya seorang mahasiswa in de kost di salah satu perguruan tinggi Di bandung. Dan sudah bukan rahasia lagi kalau Di setiap liburan semester menjadi musim hilir mudik bagi mahasiwa perantauan.Kisah saya bermula saat hendak mudik alias pulkam. Saat itu saya sedang berkemas barang-barang yang hendak saya bawa pulkam dengan ditemani segelas kopi panas hitam pekat dan sepiring Lotek pedas. Singkat cerita karena sedang terburu-buru mengejar pesawat, saya pergi begitu saja
Waktu lebaran bikin sirup untuk saudara,tapi saudara silih berganti, kerepotan cuci piring gelasnya karena tidak ada pembantu sementara harus segera dipakai lagi gelas itu setelah di cuci.
Bekerja sebagai cost control di restaurant, bukan pekerjaan yang gambang karena banyak faktor yang harus di perhatikan untuk mengurangi biaya. Salah satu faktor adalah dengan save cost untuk operasional.
Tanggal 5 Juli kemarin putra saya yang kedua Barra ulang tahun yang ketiga. Saya dibantu Tasya (8 th) putri saya yang pertama membuat kue ultah sederhana sendiri. Karena rasa ingin tahu nya tinggi Barra mau ikutan juga membuat kue. Masya Alloh…!Adik……, itu kan dapur jadi berantakan minyak tumpah,
Profesi wanita karir bukan menjadi alasan buat saya untuk tidak terjun ke dunia dapur. Semaksimal mungkin waktu yang ada saya gunakan untuk menyediakan santapan dimeja makan, khususnya dihari Sabtu dan Minggu. Namun semenjak saya melahirkan, rutinitas ini agak tersendat sehingga kegiatan saya di dapur digantikan lebih banyak oleh asisten rumah tangga kami.
Sebagai seorang istri, pastilah tidak lepas dengan pekerjaan pekerjaan rumah tangga. Dan yang pasti di kerjakan setiap hari adalah mencuci piring.Aku bukanlah seorang ibu rumah tangga yang rajin.
Saya ibu pekerja yg punya baby tp tdk punya pembantu yg menetap di rmh. sy menyuruh org tuk cuci dan setrika saja. selebihnya saya kerjakan sendiri di pagi sblm berangkat kerja dan malam hari sepulang kerja.
Kisah ini dialami oleh saya sendiri,ketika ibu saya mau pergi arisan dan saya masih tidur siang tiba2 saya dibangunkan oleh ibu saya lalu menyuruh saya jangan lupa cuci piring,ibu tahunya sebelum ibu pulang arisan udah siap cuci piringnya jam 5 sore...lalu ibu saya pergi ke tempat arisan. lalu sayapun tanpa sadar tidur kembali dengan santai dan tanpa beban.
Saya seorang anak perempuan yang paling tidak menyukai yang namanya dapur apalagi cuci piring, its noott good laah :( soalnya kalau cuci piring itu setiap kebagian tugas rumah itu saya selalu menghindar dengan berbagai alasan,,, sampai suatu ketika saya berada dirumah sendirian