Meski pembangunan sarana telekomunikasi berbasis kabel tembaga dianggap sudah ketinggalan zaman dan mahal, namun pemerintah tak jua berani memaksakan pembangunan kabel dengan infrastruktur serat optik.
Industri konten lokal di Indonesia dinilai telah sampai pada taraf yang mengenaskan. Dari sekitar Rp 50 triliun yang dibelanjakan seluruh operator tiap tahunnya, Indonesia cuma kebagian tak lebih dari 3%.
Taliban mendesak operator seluler di Afghanistan untuk mematikan sinyal mereka ketika malam tiba. Jika ngeyel, kelompok militan ini tak segan-segan untuk meledakkan menara pemancar dan kantor operator.
Kian menipisnya sumber daya nomor telepon disinyalir sebagai pemicu digelarnya audit jaringan seluler. Demikian menurut asosiasi yang menaungi seluruh operator seluler di Indonesia.
Jangkauan sinyal Xl diklaim telah meliputi 90% populasi penduduk Indonesia. Mereka pun lebih memprioritaskan peningkatan kapasitas jaringan layanan dibanding memperluas jangkauan sinyalnya di 2008 ini.
XL menurunkan lagi tarif selulernya tahun ini menjadi Rp 400 per menit. Di sisi lain, dengan turunnya interkoneksi, pendapatan dari panggilan iintas operator pun bakal digenjot.
Pemerintah dan regulator akan mengaudit jaringan seluler secara acak demi mencocokkan antara kondisi nyata di lapangan dengan komitmen pembangunan sesuai lisensi modern.