Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menggunakan kunjungannya ke Libanon untuk memastikan pemerintah Libanon bahwa Iran akan selalu membela bangsa tersebut. Terutama dalam menghadapi permusuhan dari negara tetangga Israel.
Kedatangan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad ke Beirut, Libanon disambut meriah. Warga bersorak-sorai menyambutnya di pinggir jalan yang dilalui Ahmadinejad. Bahkan banyak warga yang rela menunggu berjam-jam untuk melihat pemimpin berumur 53 tahun itu.
Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad rencananya akan berkunjung ke Libanon pekan depan. Kunjungan itu menimbulkan keprihatinan pemerintah AS dan Israel. Pemerintah AS bahkan telah mengingatkan pemerintah Libanon mengenai risiko kunjungan itu.
Pemerintah Israel gencar membujuk pejabat-pejabat Libanon untuk membatalkan kunjungan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad ke negeri itu pekan depan. Kunjungan itu disebut Israel sebagai tindakan provokasi.
Rendahnya belanja alutsista ini menunjukkan bahwa sistem pertahanan Indonesia lemah. Langkah ini juga menunjukkan semakin tertinggalnya Indonesia dari negara tetangga yang berlomba-lomba membeli alutsista untuk pertahanannya.
Presiden Amerika Serikat Barack Obama marah atas pernyataan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengenai serangan teroris 11 September 2001. Namun menurut Ahmadinejad, sudah seharusnya pemerintah AS marah.
Presiden AS Barack Obama menegaskan bahwa jika Iran memiliki senjata nuklir akan menjadi masalah real. Namun dikatakan Obama, aksi militer oleh Israel ataupun AS terhadap Iran bukanlah cara ideal untuk menyelesaikan masalah itu.