Dugaan pemerasaan terhadap direksi PT Merpati Nusantara Airlines oleh anggota Komisi XI terjadi pada rapat 1 Oktober 2012. Namun ada perbedaan keterangan dalam rapat itu. Bagaimana sebenarnya yang terjadi?
BK DPR hari ini mengkonfrontir 5 anggota Komisi XI dan Dirut PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) Rudy Setyopurnomo. Dari hasil keterangan Rudy, ternyata tak ada pemerasan kepada BUMN tersebut.
BK DPR mengkonfrontasi 5 anggota DPR yang dilaporkan oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan dengan para direksi PT Merpati Nusantara Airlines. Para anggota DPR tersebut ingin namanya kembali bersih dari tuduhan pemerasan.
BK DPR kembali memanggil lima anggota DPR yang diduga melakukan pemerasan kepada direksi BUMN. BK akan mengkonfrontasi kelimanya dengan tiga direksi PT Merpati.
Dirut PT Merpati Nusantara Airlines Rudy Setyopurnomo menyampaikan permintaan maaf kepada anggota Komisi XI dari F-PAN Muhammad Hatta. Sebelumnya, nama Hatta dimasukkan sebagai salah satu anggota yang dilaporkan meminta jatah atau memeras Merpati.
Hari ini Sumaryoto memenuhi panggilan Badan Kehormatan (BK) DPR untuk dikonfrontir dengan dirut PT Merpati, Rudy Setyopurnomo. Namun dalam pertemuan itu, tiba-tiba saja hadir mantan kepala Humas PT Merpati, Sudiarto.
Hari ini BK mengkonfrontir anggota Komisi XI DPR dari FPDIP Sumaryoto dan Dirut PT Merpati Rudy Setyopurnomo. BK akan kembali mengkonfrontir Rudy dengan anggota DPR yagn diduga meminta upeti dari BUMN lainnya besok.
Badan Kehormatan (BK) DPR mulai mengkonfrontir anggota DPR diduga peminta jatah upeti dengan direksi BUMN. Yang pertama dihadapkan adalah anggota Komisi XI DPR dari PDIP Sumaryoto dengan Dirut Merpati Rudy Setyopurnomo.
Dua anggota DPR fraksi partai Demokrat, memenuhi panggilan Badan Kehormatan (BK) DPR terkait laporan Dahlan Iskan. Keduanya membantah ada upaya pemerasan terhadap anggota DPR.