Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto pernah menyatakan tegas mendukung pasangan Dede Yusuf dan Lex Laksamana dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2013. Namun rupanya, pasangan tersebut tidak menggunakan secara maksimal dukungan tersebut.
Sejumlah survei menunjukkan elektabilitas Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) menyalip capres Gerindra Prabowo Subianto. Bagi Gerindra itu hanyalah permainan belaka.
Peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi menyarankan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) tak memikirkan Pilpres 2014. Namun fokus membenahi Jakarta terlebih dahulu.
Hasil jajak pendapat tentang bakal capres, menempatkan Joko Widodo di posisi paling atas. Namun bagi PDIP, terlalu dini untuk menjagokan kadernya yang kini menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta itu sebagai kontestan Pilpres 2014.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) muncul sebagai kandidat capres paling potensial di sejumlah survei terakhir. Mantan Wapres Jusuf Kalla tak memungkiri, popularitas Jokowi sedang naik daun.
PPP tidak gusar, meski survei yang dilakukan Lembaga Survei Jakarta (LSJ) pada 9-15 Februari 2013 menempatkannya di urutan 9 dengan hanya 2,4 persen persen suara. Mereka lebih percaya survei internalnya.
"Siapa saja bisa menang dalam survey, dan itu bukan ancaman. Saya juga bersyukur kalau elektabilitas Pak Wiranto makin tinggi," kata Ketum DPP Partai Hanura, Wiranto.
Dalam beberapa survei belakangan, nama Gubernur DKI Joko Widodo menjadi capres dengan popularitas dan elektabilitas yang mengungguli tokoh lainnya. Meski demikian, PDIP tak akan tergoda untuk mengusung Jokowi sebagai capres.