Setelah Abu Dujana dibekuk, kepolisian makin mengintensifkan penangkapan buronan teroris. Noordin M Top dan Djulkarnaen menjadi sasaran bidikan selanjutnya.
Setelah menemukan senjata api dan bahan peledak, tim Gegana dikerahkan untuk menyisir rumah Joko Suprayitno, tentara desersi yang menembak calon taruna Akpol, Wahyu Priyanto.
Tersangka yang masuk DPO alias buronan yang berada atau tinggal di Singapura terus diburu. Polri dan Kejagung pun berkoordinasi membuat perjanjian informasi.
Pemulangan 4 anak Dulmatin dari tempat persembunyian buronan teroris itu di Filipina ke Indonesia masih diupayakan. Mereka akan dipulihkan dari trauma.