Militer Israel memperluas operasi darat di Lebanon Selatan, memicu kecaman dari Qatar, Jerman, dan Inggris. Serangan ini dianggap melanggar hukum internasional.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menuntut pencairan aset US$ 6 miliar yang dibekukan di Qatar. Negosiasi Iran-AS menghadapi tantangan baru pasca kesepakatan.
Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed, menyesalkan serangan Iran ke negara-negara Teluk. Ia menyatakan perasaan terkhianati dan menyerukan solusi diplomatik.
Serangan rudal ke Qatar berhasil dicegat oleh angkatan bersenjata. Kementerian Pertahanan mengonfirmasi ledakan di Doha dan tingkat ancaman keamanan meningkat.