PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menjual sahal satu anak dari anak perusahaan, yaitu Coal Vista Resources Ltd kepada Thionville Financier Ltd dan meraup dana US$ 80 juta.
Sebanyak empat perusahaan tambang asing dikabarkan mengincar sebagian kepemilikan saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) setelah mendapatkan kembali kontrak menambang di KPC dan Arutmin.
Belum setahun melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), Bank BJB berhasil masuk ke dalam jajaran saham yang memiliki tingkat liquiditas dan kapitalisasi yang baik. Bank BJB masuk ke dalam kelompok 45 saham atau istilah yang lazim digunakan adalah LQ45.
Sebanyak 5 saham baru masuk indeks LQ45. Saham-saham tersebut adalah Bank Bukopin (BBKP), BPD Jabar Banten (BJBR), Berau Coal Energy (BRAU), Charoen Pokphand Indonesia (CPIN), dan Gajah Tunggal (GJTL).
Penerbitan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias rights issue mencapai Rp 38,563 triliun sepanjang tahun 2010 atau empat kali lipat dari tahun lalu.
PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mencatat rugi bersih US$ 13,411 juta pada triwulan III-2010, padahal di periode yang sama tahun lalu, perseroan mencatat US$ 295.513.