Mobil speaker dan toa yang digunakan demonstran yang menggeruduk Istana disita polisi. Namun pengunjuk rasa tak tinggal diam. Mereka pun mendatangkan kembali mobil speaker baru milik organisasi.
Meski sudah dilarang, 500 demonstran buruh migran tetap bersikeras menggunakan toa dan speaker. Akibatnya polisi langsung menutup Jl Kebon Kacang arah Jl MH Thamrin.
500 Demonstrasi buruh migran sempat meruwetkan lalu lintas di Bundaran Hotel Indonesia (HI). Namun, arus lalin kembali lancar ketika para demonstran diarahkan ke Jalan Kebon Kacang.
Permintaan Presiden SBY agar pendemo tidak membawa pengeras suara ditindaklanjuti aparat kepolisian di lapangan. Speaker dan toa milik buruh migran disita saat akan mendemo Istana Merdeka.
Ribuan buruh dijadwalkan akan turun ke jalan memperingati Migrant Day 2008 pada Rabu 17 Desember 2008. Buruh akan menyambangi Istana Merdeka menuntut agar segera dibuat UU Perlindungan Buruh Migran.
Aksi demo 6 orang di bundaran HI membuat kalang kabut petugas polisi. Sebab, demo tanpa massa itu membawa loud speaker dan mempertontonkan aksi teatrikal di atas mobil kap terbuka.
Pemerintah Indonesia diminta tidak lagi memberikan perluasan HTI ke PT RAPP hanya karena ancaman PHK ribuan buruhnya. Aksi demo ribuan buruh dinilai hanya rekayasa perusahaan milik Sukanto Tanoto.