Musawir boleh dibilang pionir pendiri kedai kopi di Timika. Dulu Black Coffee ada di jantung kota Timika, tetapi kini dia menjamu traveler di teras rumah.
Berawal dari iseng, Rijal ternyata bisa menjual replika samurai buatannya. Karya kreatif pemuda Banyuwangi ini berhasi meraup omzet Rp 40 juta per bulan.