IHSG terpental cukup dalam ke zona negatif karena terseret pelemahan bursa saham global. IHSG makin tak berdaya dan berada di posisi terlemahnya sejak Desember 2005.
Harga-harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih dalam posisi tertekan dan membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masuk dalam zona yang mengkhawatirkan.
Kejatuhan saham dalam sepekan terakhir tidak terlepas dari turunnya bursa global yang memicu investor asing melepas investasinya. Investor lokal diminta agar tak ikut-ikutan perilaku asing yang panik.
Menyusul kejatuhan bursa-bursa Asia dan Eropa, bursa Wall Street pun ikut babak belur. Fundamental dan valuasi jangka panjang, kini bukan lagi hal yang penting karena semua orang hanya ingin menjual saham.
IHSG terguling ke zona terendahnya dalam dua tahun terakhir karena kecemasan yang memuncak di pasar saham Asia. Penurunan IHSG tidak berlanjut karena diselamatkan auto rejection batas bawah.
Aksi buy back sejumlah emiten BUMN tidak mampu memulihkan kepercayaan pasar. Terlihat dari banyaknya emiten yang terkena auto rejection batas bawah yang membuat IHSG tertekan.