PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) menerapkan tiket elektronik Commuter Line KRL Jabodetabek dan tarif progresif. PT KAI juga menjual kartu perdana multitrip bernama Commet seharga Rp 50.000.
Antrean penumpang mengular di stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat. Antrean itu disebabkan lamanya waktu memasukkan kartu ke mesin tiket dan beberapa kartu yang sempat tidak terbaca oleh mesin.
DPR memiliki saran khusus untuk perbaikan layanan KRL Commuter Line Jabodetabek. Setidaknya ada 2 hal yang perlu diperhatikan KAI sebagai operator KRL.
PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) mulai resmi menerapkan tiket kartu elektronik 'Commet' dan tarif progresif hari ini. Ada 1,2 juta tiket disiapkan. Namun kartu yang hilang, sudah sekitar 16,7 persennya!
Saat berkeliling memantau sistem tiket elektronik dan tiket progresif KRL di Stasiun Manggarai, Jakarta, Menteri BUMN Dhalan Iskan tiba-tiba lompat masuk ke gerbong KRL penuh sesak. Ke mana Dahlan?
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mendatangkan 180 unit kereta bekas dari Jepang di tahun ini. Kereta ini akan memperkuat armada KRL Commuter Line Jabodetabek.
Penerapan tiket elektronik KRL Jabodetabek hari ini menimbulkan antrean di beberapa stasiun, karena masyarakat harus melewati gerbang elektronik terlebih dahulu.
Menteri BUMN Dahlan Iskan berbagi cerita saat pertama kali merasakan naik kereta di luar negeri. Ia membawa pulang tiket elektronika sebagai kenang-kenangan.