Lebih dari 100.000 warga Rohingya telah meninggalkan rumah mereka sejak 25 Agustus akibat serangan balasan militer Myanmar ke kelompok gerilyawan ARSA.
Sebanyak 20 orang tewas dalam serangan teroris di sebuah masjid Syiah di Kabul, Afghanistan. Kelompok radikal ISIS mengklaim mendalangi serangan tersebut.
Pemerintah Afganistan masih melakukan tes keperawanan dan Komisi Independen Hak Asasi Manusia mengeluarkan seruan agar praktik tersebut segera dihentikan.
Para sandera dibebaskan beberapa hari setelah dilaporkan bahwa 50 warga, termasuk perempuan dan anak-anak, dibantai di provinsi Sar-e Pul, Afghanistan.