Sebanyak 2,3 juta data penduduk yang bersumber dari KPU dijajakan hacker di dark web. Kebocoran data ini bisa berpotensi timbulkan bahaya besar bagi masyarakat.
Pandemi Corona dan PSBB diwarnai bermacam kebocoran data pribadi. Baik yang terkonfirmasi berasal dari peretasan, sampai yang masih sebatas klaim sepihak.
Data KPU yang diduga bocor diklaim bersifat terbuka dan bisa diakses siapa saja. Tapi menurut pengamat hal itu justru lebih parah dari dugaan peretasan.
Era globalisasi dengan kemajuan teknologi yang semakin canggih bagaikan pisau bermata dua, bisa berguna atau justru disalahgunakan untuk melakukan hack.
Hacker bernama CyberWare punya tujuan mulia dalam menjalankan aksinya, yaitu menyerang perusahaan yang melakukan penipuan terhadap konsumen. Begini ceritanya.
Keamanan data pribadi menjadi isu penting di era sekarang dan acap kali di jual di dark web. Apa saja yang dijual dan apa yang harus dilakukan jika jadi korban?
Situs resmi Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) dalam status under maintenance setelah tadi pagi diserang hacker. Diduga ada celah keamanan.