Hakikatnya pemerintahan SBY terlahir dari rahim reformasi. Partai Demokrat (PD) yang dinakhkodai SBY juga bukan partai masa lalu bentukan era Orde Baru, kendati personelnya banyak juga lompatan dari partai pra reformasi.
SBY kesulitan mempertahankan kebersinambungan kekuasan, bahkan bisa jadi akan dihinggap penyakit post power sindrome secara kolektif, sebab tanda-tanda ke arah itu mulai tampak, semisal melibatkan keluarga beramai-ramai, anak dan istri, dalam kekuasan.
Hiruk pikuk perpolitikan Tanah Air di tahun 2010 terus memanas meskipun Presiden Indonesia baru telah terpilih. Kondisi serupa diprediksi juga akan terjadi di tahun 2011, bahkan tensi politik Tanah Air akan makin memanas.
Masa kerja SBY-Budiono juga masih tersisa 4 tahun lagi. Masih banyak hal yang dapat diperbaiki. Kita tunggu saja hasilnya. Karena, Indonesia adalah negara demokrasi. Bukan negara demonstrasi. Apalagi demonstrasi anarkis.
Sekitar 1.000 orang berduyun-duyun menghadiri upacara peringatan 1.000 hari wafatnya mantan Presiden Soeharto. Hal ini tidak aneh, sebab di kalangan masyarakat kelas bawah masih banyak yang mengidolakan Soeharto.
Segelintir orang menilai Indonesia di bawah kepimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono semakin terpuruk. Beberapa pihak pun sempat mengatakan merindukan masa-masa di bawah kepemimpinan Soeharto.
Sejumlah mantan pejabat merasa resah dengan kepemimpinan SBY yang sudah berjalan enam tahun ini. Mereka khawatir SBY tidak pernah menyadarinya, justru mengklaim dirinya telah berhasil.
Berapakah jumlah ideal partai politik di Indonesia dalam agar Pemilu 2014? Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menyebutkan 5 partai politik adalah jumlah ideal dalam gelaran Pemilu 2014 mendatang.
"Maksudnya kalau ada orang terpilih jadi pemimpin, lalu pikirannya adalah bagaimana ini supaya jatuh segera. Atau senang melihat orang gagal, kalau pemerintahan ini tidak sukses malah ditepukin", ujar Tifatul.