Bos Sentul City yang juga Komisaris Utama PT BJA Kwee Cahyadi Kumala langsung memerintahkan anak buahnya membereskan dokumen-dokumen di kantor Menara Sudirman pasca penangkapan Yohan Yap.
Anak buah Kwee Cahyadi Kumala alias Swie Teng, Rosselly Tjung alias Sherly Tjung beralibi soal duit Rp 1 miliar yang diambil dari PT Brilliant Perdana Sakti (BPS) sebagai pembayaran urusan pernikahan anak bos Sentul City.
Presiden Jokowi bersama beberapa menteri siang tadi menggelar rapat dengan para pengusaha perkebunan di Indonesia. Jokowi ingin mendengar masukan langsung dari dunia usaha.
Yohanes hanya membenarkan HP tersebut diberikan istrinya Rosselly Tjung, Manajer Keuangan PT Bara Rangga Wirasmuda (BRA). "Saya dikasih istri saya, udah gitu saja. Saya cuma untuk komunikasi," kata Yohanes.
Rosselly Tjung alias Sherly Tjung memberi keterangan berbeda dengan BAP. Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi langsung mengingatkan Sherly Tjung soal ancaman pidana karena memberikan keterangan palsu.
Siang ini, 46 pengusaha Jepang yang tergabung dalam Keidanren bertemu dengan Presiden Jokowi. Mereka membahas berbagai rencana investasi, termasuk pembangunan infrastruktur.
Bos Sentul City yang juga Komisaris Utama PT Bukit Jonggol Asri (BJA), Kwee Cahyadi Kumala alias Swie Teng, meminta Direktur PT Brilliant Perdana Sakti (BPS) Suwito agar tidak menyebut nama Swie Teng saat diperiksa KPK.
Duit ini yang diyakini Jaksa KPK digunakan untuk menyuap Bupati Bogor saat itu Rachmat Yasin terkait rekomendasi tukar menukar kawasan hutan PT Bukit Jonggol Asri (BJA).