Sebanyak 400 sopir taksi berunjuk rasa di depan kantor Gubernur Bali mendesak Gubernur Dewa Made Beratha segera menandatangani kesepakatan kenaikan tarif.
Rencana PT KA menaikkan tarif KRL Ekspres sebesar 30 persen pada November mendatang tidak realistis. Selain kenaikannya terlalu besar, waktunya juga tidak tepat.
Pemerintah memutar otak agar masyarakat bisa menerima kenaikan harga BBM. Sosialisasi pun dilakukan. Untuk hal 'cuap-cuap' ini, Depkominfo merogoh Rp 7 miliar.