Smartfren Telecom di sepanjang 2015 tercatat masih rugi Rp 1,56 triliun. Angka ini naik 13% dibandingkan periode tahun sebelumnya yang rugi Rp 1,38 triliun.
Selain manfaat pergerakan penduduk yang semakin cepat, pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung juga dilakukan untuk mendorong kawasan setempat.