Di tengah pelaksanaan SEA Games XXVI di Jakarta-Palembang, para pemimpin pemerintahan negara di Asia Tenggara melaksanakan KTT ASEAN XIX 2011. Banyak hal yang dibahas dan disepakati dalam pertemuan itu.
Penempatan ribuan marinir AS di Australia menimbulkan keberatan dari China. Namun Menlu Australia Kevin Rudd mengingatkan China untuk tidak ikut campur dalam keputusan kebijakan Australia.
Dinamika krisis di Laut Cina Selatan sejauh ini tidak menunjukkan keadaan yang memburuk. Meski demikian, satu-satunya cara untuk menyelesaikannya adalah melalui dialog.
Usulan Filipina agar ASEAN bersatu 'menghadapi' China, tidak mendapat tanggapan dalam KTT ASEAN. Maka tidak hadirnya Presiden Beniqno Aquino dalam pembukaan KTT ASEAN 2011 di Bali diyakini sebagai protes.
Penempatan pasukan marinir AS di Australia dinilai sebagai upaya untuk menghadapi kebangkitan China. Indonesia tidak akan membiarkan wilayahnya menjadi ajang persaingan negara manapun.
Amerika Serikat (AS) akan menempatkan 2.500 marinir di Darwin, Northern Territory, Australia. Lokasi ini hanya berjarak 820 Km dr wilayah RI. Tak pelak, penempatan marinir itu mengundang kekhawatiran.
Dewan Komunitas Politik dan Keamanan ASEAN menyepati dua hal yang sudah bertahun-tahun menjadi ganjalan. Yaitu konsultasi kepemilikan senjata nuklir dan pengelolaan bersama keamaan di perbatasan Laut China Selatan.
China kini muncul sebagai salah satu kekuatan global. Namun Presiden AS Barack Obama menegaskan bahwa AS tidak takut pada negara yang kini menjadi perekonomian terbesar kedua di dunia itu.
Presiden AS Barack Obama mengumumkan rencana penempatan ribuan personel marinir AS di Darwin, Australia. Namun langkah itu dianggap tidak tepat oleh pemerintah China.