Polisi menggerebek prostitusi online di sebuah hotel di Surabaya. Dalam sehari, para muncikari menyebut anak buahnya bisa melayani 6-7 pria hidung belang.
Nadiem menjelaskan peranan guru dalam pembelajaran tidak akan digantikan dengan teknologi. Namun justru dikuatkan potensinya melalui digitalisasi pendidikan.
Polisi menggerebek kamar di hotel di Surabaya yang digunakan untuk melakukan praktik prostitusi online. Polisi mengamankan 7 muncikari dan tujuh perempuan.
Tarif prostitusi online yang digerebek di Surabaya berkisar dari Rp 150 ribu hingga Rp 800 ribu. Hasil transaksi ini pun harus dibagi dua dengan muncikari.