Para pemimpin negara-negara di Amerika Latin menyatakan kemarahannya atas insiden yang menimpa pesawat kepresidenan Bolivia. Pesawat yang ditumpangi Presiden Evo Morales itu yang dipaksa mengalihkan rute penerbangan ke Wina karena dicurigai membawa Edward Snowden, buronan Amerika Serikat.
Pemerintah Prancis meminta maaf kepada Bolivia karena tidak mengizinkan pesawat Presiden Evo Morales melintasi di wilayahnya. Bolivia sebelumnya menuduh Prancis, Italia, dan Spanyol menghalangi pesawat mereka karena kabar keliru yang menyatakan buronan AS, Edward Snowden, ada di pesawat.
Nasib pembocor intelijen Amerika yang buron, Edward Snowden, masih tidak jelas, sementara sejumlah negara telah menolak permohonannya bagi suaka politik.Mantan pegawai kontrakan badan intelijen itu kini terkatung-katung di bagian transit bandara Sheremetyevo di ibukota Russia, Moskow.
Pesawat Presiden Bolivia Evo Morales dialihkan ke Austria menyusul adanya kecurigaan bahwa pembocor rahasia intelijen AS, Edward Snowden, ada di pesawat tersebut. Pemerintah Bolivia membantah tuduhan tersebut.
Pembocor data intelejen AS Edward Snowden menuding Presiden AS Barack Obama menghilangkan haknya untuk mencari suaka. Presiden Obama menurut Snowden telah menekan sejumlah negara yang jadi sasaran permintaan suakanya.
Setelah seminggu terkatung-katung di sebuah bandara Moskow, whistleblower Edward Snowden dilaporkan telah meminta suaka politik di Rusia. Dilaporkan bahwa Snowden menyerahkan daftar 15 negara ke mana ia ingin meminta suaka.
Seorang pejabat keamanan senior Rusia mengatakan Presiden Rusia dan AS meminta dinas intelijen memecahkan kebuntuan terkait pembocor rahasia Edward Snowden.
Ketua Parlemen Eropa menuntut klarifikasi penuh dari AS atas laporan bahwa bangunan-bangunan penting Uni Eropa di Amerika telah disadap. Mengutip dokumen rahasia 2010, menyatakan bahwa AS memata-matai kantor Uni Eropa di New York dan Washington.