Pemerintah akan menjual Obligasi Negara dalam mata uang rupiah dengan jumlah indikatif sebesar Rp 2 triliun sebagai bagian dari target pembiayaan yang telah ditetapkan dalam APBN 2005 dan untuk membentuk benchmark tahun 2015.
Koalisi Anti Utang (KAU) menilai pemerintah tidak konsisten dalam menjalankan agenda perubahan. Salah satunya tidak memiliki itikad yang baik untuk melepaskan diri dari jeratan utang luar negeri.