Hingga saat ini Gunung Bromo masih menyemburkan abu vulkanik. Bahkan, hujan abu yang terjadi pada 18-19 Maret 2019 membuat ekosistem di sekitar Bromo terganggu.
Abu vulkanik Bromo yang terpapar hingga radius 12 Km dari bibir kawah, sempat membuat 'Tiltmeter' alat pengukur deformasi gunung, rusak. Saat ini kembali normal
Menanggapi intensitas vulkanologi Gunung Bromo yang naik turun, BPBD Kabupaten Probolinggo berencana memasang CCTV. Yakni untuk memantau aktivitas Bromo.
Warga yang tinggal di sekitar Gunung Bromo mengaku sudah akrab dengan hujan abu. Bahkan warga menyebut hujan abu sebagai berkah karena bisa menyuburkan tanah.