Komisi XI DPR memanggil Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) dan Bank Tabungan Negara (BTN) terkait belum adanya titik temu penetapan bunga fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).
Mantan menpera Suharso Monoarfa menilai kisruh KPR subsidi skema FLPP muncul karena belum banyak pihak yang mengerti soal ide dasar dari fasilitas subsidi perumahan tersebut.
BTN bersikeras enggan menurunkan bunga kreditnya sesuai permintaan pemerintah. BTN mengaku hanya mampu menekannya hingga 7,75 persen karena takut merugi
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menargetkan perolehan aset sekitar Rp 100 triliun di 2012. Diperkirakan capaian aset pada tahun 2011 bakal melebihi Rp 89 triliun.
BTN berniat melakukan penawaran saham terbatas (rights issue) di 2012 ini. Hal ini dilakukan untuk menjaga Rasio Kecukupan Modal (CAR) di atas 20 persen pada tahun 2014.