Ponsel OnePlus One sebenarnya telah cukup lama dipasarkan. Tapi tak semua konsumen bisa serta-merta memilikinya karena harus lewat undangan yang tersebar melalui email. Tapi terhitung mulai hari ini (18/12/2014), ponsel tersebut sudah bisa bebas dibeli.
Setelah Xiaomi yang dilarang menjual produknya oleh pengadilan India, kini giliran OnePlus yang dilaporkan mengalami nasib serupa. Produsen yang hanya menjual ponsel lewat undangan email ini pun dilarang jualan.
OnePlus mempunyai cara yang berbeda dalam menjual smartphone OnePlus One miliknya. Dibalut kesan eksklusif, calon pembeli harus menunggu sistem invitation (undangan) untuk dapat melakukan pembelian.
Vendor smartphone asal China, OnePlus, ingin mulai ekspansi ke pasar internasional, salah satunya Indonesia. Belum tahu kapan bisa melebarkan sayap ke pasar lokal, OnePlus ingin bermain hati-hati.
Awal Desember 2014 lalu, vendor asal China OnePlus sudah secara resmi menginjakan kakinya di India. Dengan potensi yang nyaris sama, Indonesia pun masuk dalam bidikan OnePlus.
Vendor smartphone asal China kini tak lagi dipandang sebelah mata. Mereka mempunyai handset berkualitas namun dengan harga tak sampai bikin kantong jebol. Dengan percaya diri pun mereka berekspansi secara global.
Tudingan kepada OnePlus yang disebut menyulap ponsel lamanya menjadi baru (rekondisi) langsung dibantah vendor asal Tiongkok itu. Berikut penjelasannya.
Vendor ponsel China yang tengah naik daun, OnePlus, dihadang kabar kurang mengenakkan. Yakni terkait isu rekondisi (refurbished) dari barang yang dijual ke konsumen.
OnePlus One dikenal sebagai smartphone dengan spesifikasi gahar namun dibanderol murah. Kini bersiaplah, karena piranti ini akan datang lagi dengan suksesornya.