Partai Demokrat (PD) menilai tersebarnya nomor induk kependudukan (NIK) dan sertifikat vaksin Corona Presiden Jokowi di media sosial bisa menjadi bencana.
Dugaan kebocoran data terjadi di aplikasi eHAC yang lama dan kini sudah tidak digunakan lagi. Semua pelaku perjalanan kini mengisi eHAC lewat PeduliLindungi.