Polda Metro Jaya membantah tidak mengirim anggotanya untuk menawal mobil pengiriman jasa uang. Setiap mobil pengiriman jasa uang akan dikawal oleh 2 anggota kepolisian.
Polda Metro Jaya mengundang sejumlah perusahaan pengiriman jasa uang dan barang berharga untuk menjelaskan sistem pengamanan dan pengawalan menyusul insiden perampokan uang milik BNI Rp 15 miliar.
Pihak Bank BNI membantah bila Ade Johan, saksi dalam kasus perampokan senilai Rp 15 miliar adalah karyawan mereka. Pihak BNI menegaskan bila Ade tidak ada sangkut paut dengan bank tersebut.
Bripda Edi Purnawan, polisi yang mengawal mobil PT Certis Cisco, masih diperiksa untuk dimintai keterangan. Bersama teller BNI Ade Johan keduanya dibawa ke tempat kejadian.
Nusantara Infrastructure rencanakan hingga Rp 800 miliar pada tahun ini. Sebagian dana akan digunakan untuk melunasi utang ke Bank Mega sebesar Rp 200 miliar.
Penyisiran dilakukan polisi di sejumlah titik di Jakarta untuk mengejar pelaku perampokan uang milik BNI senilai Rp 15 miliar. Jejak pelaku pun mulai terendus. Mereka diduga telah kabur ke luar Jakarta.
Abdul Mubalik, sopir PT Certis Cisco, masih hilang bersama pelaku perampokan uang milik BNI. Hingga kini polisi belum bisa memastikan apakah sopir yang baru bekerja 6 bulan itu.
Polisi masih mengejar pelaku perampokan uang milik BNI Rp 15 miliar. Diduga pelaku perampokan berjumlah 7 orang. Mereka mempunyai peran masing-masing mulai dari perencana hingga pelaksana eksekusi perampokan.