Sepanjang pekan lalu, IHSG bergerak sangat fluktuatif dan tercatat melemah 0,25%. Kuatnya pengaruh eksternal membuat IHSG masih tak berdaya meski diawarnai aksi beli selektif.
Saham-saham di bursa Wall Street terpuruk menyusul kekhawatiran seputar stagnasi proses pemulihan ekonomi global. Kemerosotan terjadi sehari setelah The Fed menyatakan proses pemulihan ekonomi AS melambat.
Saham-saham di bursa Wall Street berhasil bangkit dari keterpurukan meski ditutup masih melemah. Keputusan Bank Sentral AS untuk menambah stimulus membawa sentimen positif ke pasar.
Bank Sentral AS mempertahankan suku bunga ekstra rendah di kisaran 0-0,25%. The Fed juga menjanjikan stimulus tambahan guna mendongkrak perekonomian AS karena proses pemulihannya yang lambat.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak kuasa melawan koreksi global. IHSG melemah seiring koreksi besar atas saham PT Astra International Tbk (ASII) dan sejumlah saham unggulan lain.
Di tengah penguatan bursa-bursa utama dunia, peluang IHSG untuk menguat lagi masih terbuka meski tipis saja. Investor juga akan mencermati gerak bursa-bursa regional menjelang pertemuan Bank Sentral AS.