Para demonstran anti-kudeta kembali turun ke jalan, sehari setelah PBB mengatakan 38 orang meninggal akibat tindakan aparat keamaman, hari paling berdarah.
Kepolisian Amerika Serikat (AS) meningkatkan keamanan di wilayah Washington DC, setelah intelijen menemukan dugaan plot terbaru untuk 'menembus Capitol'.
PBB mengatakan setidaknya 38 orang meninggal di Myanmar, Rabu (3/3), menandai hari paling mematikan sejak aksi protes besaran-besaran menentang kudeta militer.
Gegara tak dibolehkan pihak restoran makan, sekelompok pria ini ngamuk. Mereka begitu emosi sampai-sampai melempar meja hingga kursi yang ada di sekitar.
Lima penjaga yang disandera setelah terjadinya kerusuhan baru di penjara Ekuador akhirnya dibebaskan. Kerusuhan akhirnya bisa dikendalikan tanpa memakan korban.