Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menyerukan aksi militer terhadap Iran guna memaksa negeri itu menghentikan program nuklirnya. Menurutnya, sanksi-sanksi saja tak akan cukup untuk menghentikan program nuklir Iran.
Badan intelijen Israel, Mossad dicurigai telah bekerjasama dengan badan intelijen Amerika dan Inggris dalam melakukan pembunuhan terhadap para ilmuwan di Teheran, Iran. Aksi ini disebut-sebut terkait rencana Israel untuk menyabotase program nuklir Iran.
Seorang warga Iran dihukum gantung setelah divonis bersalah atas dakwaan spionase untuk Israel. Pria bernama Ali Akbar Siadat tersebut terbukti bersalah telah menyampaikan data-data sensitif kepada Mossad, badan intelijen Israel.
Seorang pria yang dinyatakan bersalah memberi informasi rudal Iran kepada badan intelijen Israel dihukum gantung. Pria bernama Ali Akbar Siadat itu menjalani eksekusi hukum gantung di penjara Evin.
Israel kembali melancarkan serangan udara di wilayah Palestina. Jet-jet tempur Israel membombardir beberapa daerah di wilayah Jalur Gaza. Akibatnya, setidaknya tiga warga Palestina terluka. Sejumlah bangunan rusak akibat serangan tersebut.
Dari kawat diplomatik Kedubes AS di Damaskus, Suriah, terungkap rencana boikot negara-negara yang tergabung dalam liga Arab terhadap film yang dibuat sutradara Hollywood Steven Spielberg. Indonesia juga mendukung aksi tersebut.
Sekencang apa pun WikiLeaks menguliti rahasia-rahasia intelejen AS, masih ada konspirasi intelejen yang belum sempat terkuak. Mengapa WikiLeaks tak menyentil Israel. Negara yang tak kalah begalnya dan kontroversial dengan Amerika itu?
Otoritas Iran menangkap delapan orang tersangka teroris. Mereka ditangkap atas dugaan keterlibatan serangan bom di Kota Chabahar pada Rabu, 15 Desember lalu yang menewaskan setidaknya 34 orang.