Aksi jual besar-besaran di pasar saham Hong Kong, telah menghapus total US$ 16,4 miliar atau setara Rp 235 triliun dari kekayaan tiga miliarder Hong Kong.
Beberapa investor melihat negara berkembang lain menggantikan Rusia, seperti Taiwan Korea Selatan, Polandia, Turki, dan Meksiko termasuk Filipina dan Indonesia.
Mesin pencari terbesar Rusia seperti Google, Yandex (YNDX) terancam bangkrut karena tak mampu membayar utang akibat dampak kehancuran pasar keuangan Rusia.