detikFinance Rupiah Alami Tekanan Nilai tukar rupiah, Jumat (20/5/2005) diprediksi melemah, karena aksi beli dolar AS tinggi menyusul banjirnya likuiditas. Jumat, 20 Mei 2005 09:49 WIB
detikNews Golkar Bantah Desak SBY Reshuffle Kabinet Meski pernah menyatakan akan mengganti menterinya yang berapor merah, Golkar membantah mendesak Presiden SBY agar mereshuffle kabinetnya. Rabu, 18 Mei 2005 18:01 WIB
detikNews Anggota DPR Dukung Usul Reshuffle Kabinet Tuntutan reshuffle kabinet dinilai wajar. Menteri Kabinet Indonesia Bersatu yang rapornya merah wajib diganti. Rabu, 18 Mei 2005 15:39 WIB
detikNews SBY Sambut Positif Usul Restrukturisasi Kabinet Presiden SBY diminta melakukan restrukturisasi terhadap kabinet yang dinilai tidak efektif. SBY menyambut baik usul tersebut. Rabu, 11 Mei 2005 12:10 WIB
detikNews Proyek Rekonstruksi NAD-Nias Dikelola Badan Pelaksana Badan Pelaksana rekonstruksi dan rehabilitasi NAD-Nias akan segera dibentuk. Badan inilah yang mengurusi tender atau proyek rekonstruksi. Senin, 18 Apr 2005 16:56 WIB
detikNews PAN dan PKB, Taruhan Terakhir Pemerintahan SBY-Kalla? Golkar di tangan Kalla membuat pemerintahan SBY-Kalla menguat secara politik. Kini, PAN-PKB dikabarkan jadi taruhan terakhir untuk semakin menguatkan posisi. Senin, 04 Apr 2005 08:08 WIB
detikNews Jelang Konsultasi SBY-DPR, 250 Demonstran Mulai Serbu DPR Sekitar 250 demonstran mendatangi gedung DPR menjelang rapat konsultasi Presiden SBY dengan DPR yang akan digelar pukul 19.00 WIB nanti. Senin, 14 Mar 2005 16:52 WIB
detikNews BBM Naik, KAMMI Tuntut Menteri Ekonomi Diganti Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam KAMMI menuntut pembatalan kenaikkan BBM. Bahkan, mereka mendesak reshufle kabinet tim ekonomi. Senin, 28 Feb 2005 15:14 WIB
detikNews SBY Tak Perlu Larang Menteri yang Ingin Jadi Ketum Partai Pengamat Sukardi Rinakit menilai SBY tak perlu mengeluarkan larangan bagi menteri-menteri yang ingin maju sebagai ketua umum partai politik. Senin, 07 Feb 2005 07:18 WIB
detikNews Gus Dur Ragu Program Sekolah & Pengobatan Gratis Terwujud Mantan Presiden Gus Dur pesimis program pelayanan pengobatan kelas tiga di RS dan pendidikan gratis untuk wajib belajar 9 tahun bisa terwujud. Selasa, 01 Feb 2005 12:20 WIB