Mabes TNI membuka pintu dengan berbagai pihak yang ingin melakukan investigasi terkait kasus penyerangan LP Sleman. TNI pun mempersilakan Komnas HAM untuk melakukan investigasi soal dugaan adanya keterlibatan oknum TNI.
Seseorang yang mengaku 'Idjon Djanbi' melalui akun facebook menulis situasi di balik aksi penyerangan kelompok terlatih ke LP Cebongan, Sleman, yang menewaskan empat orang tahanan. Kapolri Jenderal Timur Pradopo menegaskan tulisan tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan.
Ketua Umum Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri (Pepabri), Agum Gumelar mendukung dibentuknya tim investigasi kasus penyerangan Lapas Sleman oleh TNI AD. Hasil investigasi harus ditindaklanjuti.
Anggota Komisi Kepolisian Nasional Adrianus Eliasta Meliala ini mengatakan kejadian di LP Cebongan dan penyerangan Mapolres OKU di Sumatera Selatan mengisyaratkan bahwa proses penegakan hukum kita sudah dikangkangi. Dia menyarankan, Presiden harus turun tangan untuk menengahi konflik antara polisi dan TNI yang bukan kali ini saja terjadi.
Kondisi LP Cebongan Sleman kian membaik. Blok yang dijadikan tempat 'eksekusi' 4 tahanan oleh pasukan bersenjata yang hingga kini belum diketahui identitasnya, sudah ditempati.
Pemerintah tetap didesak membentuk tim independen untuk menyelidiki kasus penyerangan dan penembakan 4 tahanan di Lapas Klas IIB Sleman. Tim investigasi yang dibentuk TNI dikhawatirkan tidak bekerja maksimal.
Komnas HAM akan mendatangi Mabes TNI Angkatan Darat besok, Senin 1 April. Komnas ingin mendalami keterkaitan kasus pengeroyokan Sertu Santoso di Hugo's Cafe dengan penyerangan Lapas Klas IIB Sleman.