Keelokan cagar alam Lembah Anai ternyata juga hadir dalam sajian khas rumah makan ini. Gulai kepala ikan, gulai ayam, ikan bilis Singkarak hingga dendeng batokoknya benar-benar bikin keringat bercucuran huah.. huah.. sedap nian! Tambo cie Uda!
Bosan dengan nasi yang dimakan selama ini. Cobalah nasi bakar yang mampu menggoyang lidah Anda. Namanya Nasi Bakar Santan. Nasi ini dibakar layaknya masakan sate.
Lama sebelum ada kreativitas yang memunculkan sop buntut goreng maupun rawon goreng, di Desa Sunggingan, Kudus, sejak tahun 1960-an sudah muncul "fenomena kuliner" yang populer disebut sebagai "Opor Sunggingan".
Nasi yang satu ini sedep mantep rasanya. Dibungkus sepotong janur dan dimatangkan dalam buluh bambu. Disuap dengan bebek goreng yang empuk miroso, serta dicocol sambal wah... benar-benar nikmat!
Bumbu yang dimasukkan ke dalam badan ayam menyerap sempurna sehingga rasanya sungguh lezat. Aroma bakarnya membuat opor ini makin wangi. Siraman kuah opor kental menjadi penyempurna sajian khas Kudus.
Jangan bayangkan warnanya akan merah pekat seperti namanya. Kuahnya coklat kental dengan rasa gurih yang enak. Tambahan sayuran seperti potongan buncis dan kentang melengkapi sajian yang satu ini. Sluuurrpp!!
Tidak hanya mencoba beda di nasi, Sri Rahmayanti atau Iyeng (29) memberikan cita rasa baru untuk ayam bakar sebagai lauk pelengkap nasi bakar. Ayam dicelupkan ke dalam bumbu gulai gurih sebelum dibakar sampai matang.