Setelah Piala Dunia 1994, Italia kembali menembus babak final di Jerman 2006. Jumlah 12 tahun ternyata menjadi "kebiasaan" Gli Azzurri untuk melenggang ke final Piala Dunia.
Togo sudah hancur. Tanda-tanda itu sebenarnya tak sekadar distimulasi oleh Swiss dan Korea di Grup G, tetapi juga datang dari diri sendiri. Dalam jagat pewayangan, situasi internal Togo itu mimesis Togog.
Kroasia masih perkasa. Bagaimanapun kesebelasan bekas pecahan Yugoslavia itu kelasnya masih tinggi. Ironisnya, jika itu terjadi dalam laga nanti malam, maka matahari negeri para Samurai bakal tertutup awan. Jepang tersingkir. Perlukah semangat Asianisme?
Genderang perang Australia versus Jepang telah dimulai setelah Guus Hiddink menyerang balik pernyataan presiden Asosiasi Sepakbola Jepang Saburo Kawabuchi yang menuding timnya kotor.
Kurang dari seminggu perhelatan tapi kondisi Jepang dinilai masih 'berantakan'. Tidak tanggung-tanggung, yang menilai hal tersebut adalah bintang topnya, Hidetoshi Nakata.
Badan Motorsport Dunia (FIA) telah mengundang berbagai pabrikan ban yang tertarik menjadi penyalur tunggal buat kompetisi F1 mendatang untuk mengajukan penawaran.