Sejauh ini, penetapan status tersangka Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah tidak terlalu membawa dampak yang signifikan di pasar finansial.
Penetapan Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak berpengaruh negatif terhadap kegiatan di pasar uang
Rupiah tambah segar pada perdagangan sesi siang menyusul tenangnya pergerakan pasar finansial global. Pelaku pasar mulai optimis ekonomi AS akan terhindar dari resesi karena otoritas moneter dan fiskal di AS cepat mengambil kebijakan.
Rupiah diprediksi masih bisa menguat karena pasar finansial global yang relatif tenang. Mata uang lokal ini juga bisa mengambil kesempatan dana asing yang masuk ke pasar saham. Pada perdagangan valas pukul 08.15 WIB, Jumat (25/1/2008) rupiah ada di posisi 9.362 per dolar AS dan bergerak pada kisaran 9.340-9.350 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah kembali dibuka menguat tajam. Dalam dua hari terakhir, rupiah bahkan sudah menguat lebih dari 100 poin. Pada perdagangan Kamis (24/1/2008)
Pasar finansial sudah rebound setelah Bank Sentral AS (The Fed) mengumumkan penurunan suku bunga. Namun para investor sebaiknya tetap waspada karena pelemahan ekonomi AS belum akan sirna hingga beberapa bulan mendatang.
Penurunan suku bunga yang diumumkan secara darurat oleh Bank Sentral AS (The Fed) langsung membuat rupiah menguat tajam. Pada perdagangan Rabu(23/1/2008), rupiah dibuka menguat tajam pada level 9.400/9.410 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.475 per dolar AS.